Cara Belajar Siswa Aktif

Peristiwa belajar selalu mengandung didalamnya.suatu keaktifan dengan kadar yang berbeda- beda, mulai dari keaktifan yang rendah sampai dengan keaktifan yang tinggi. Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (Pendekatan CBSA) adalah suatu gagasan konseptual yang menekankan pentingnya keaktifan siswa/murid yang tinggi didalam pembelajaran di sekolah. Pendekatan CBSA ini adalah bagaimana meningkatkan derajat keaktifan murid di dalam proses pembelajaran.

Setiap proses pembelajaran pasti menampakan keaktifan orang yang belajar atau siwa. Pernyataan ini tidak dapat kita bantah atau kita tolak kebenarannya. Adanya kenyataan ini, menyebabkan sulitnya mendefinisikan pengertian pendekatan CBSA, secara tepat. Kepastian adanya keaktifan siswa dalam setiap proses pembelajaran, memberikan kepastian kepada kita bahwa pendekatan CBSA bukanlah sesuatu yang dikotomis. Hal ini berarti, setiap peristiwa pembelajaran yang diselengarakan oleh guru dapat dipastikan adanya penerapan pendekatan CBSA dan tidak mungkin tidak terjadi penerapan pendekatan CBSA dalam peristiwa pembelajaran.

Keaktifan siwa dalam peristiwa pembelajaran mengambil beraneka bentuk kegiatan, dari kegiatan fisik yang mudah diamati sampai kegiatan psikis yang sulit diamati. Kegiatan fisik yang dapat diamati diantaranya dalam bentuk kegiatan membaca,mendengar, menulis, meragakan dan mengukur. Sedangkan contoh-contoh psikis seperti mengingat kembali isi pelajaran pertemuan sebelumnya, menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi, menyimpulkan hasil eksperimen, membandingkan suatu konsep kekonsep yang lain, dan kegiatan psikis lainnya.

Namun demikian, kegiatan tersebut harus dipulangkan kepada suatu karakteristik, yaitu keterlibatan intelektual-emosional siswa dalam kegiatan pembelajaran. Keterlibatan tersebut terjadi pada waktu kegiatan kognitif dalam pencapaian atau perolehan pengetahuan, pada saat siswa mengadakan latihan-latihan dalam pembentukan keterampilan , dan sewaktu siswa menghayati dan menginternalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap dan nilai. Dengan kata lain , keaktifan dalam kegiatan CBSA menunjukan pada keaktifan mental, baik intelektual maupun emosional, meskipun untuk merealisasikan dalam banyak hal dipersyaratkan atau dibutuhkan keterlibatan langsung dalam berbagai bentuk keaktifan fisik.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan CBSA dapat diartikan sebagai anutan pembelajaran yang mengarah kepada pengoptimalisian perlibatan intelektual-emosional siswa dalam proses pembelajaran, dengan perlibatkan fisik siswa bila diperlukan. Pelibatan intelektual – emosianal /fisik siswa serta optimalisasi dalam pembelajaran memperoleh dalam meproses perolehan belajarnya tentang pengetahuan , keterampilan , sikap dan nilai.

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: